
Foto istimewa Unggulan: afkan
Jakarta – Redmol Badung.Id
Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) meminta agar biaya verifikasi data biometrik ke Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) diturunkan secara signifikan menjelang penerapan registrasi kartu SIM berbasis biometrik.
Direktur Eksekutif ATSI, Marwan O. Baasir, mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai besaran tarif masih berlangsung antara operator telekomunikasi dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Saat ini, operator dikenakan biaya sekitar Rp3.000 untuk setiap proses verifikasi data ke Dukcapil.
Menurut Marwan, angka tersebut dinilai masih terlalu tinggi apabila diterapkan secara masif dalam proses registrasi pelanggan telekomunikasi yang jumlahnya mencapai jutaan transaksi. "Kita berharap di bawah itu. Kita mengusulkan sebetulnya Rp200 sampai Rp600. Itu usulan kami, mudah-mudahan diterima Dukcapil," ujar Marwan kepada wartawan, Kamis (23/7/2026).
ATSI menilai penurunan tarif verifikasi akan membantu menekan biaya operasional operator sekaligus mendukung implementasi registrasi SIM berbasis biometrik yang tengah dipersiapkan pemerintah. Dengan biaya yang lebih rendah, beban tambahan terhadap industri maupun masyarakat diharapkan dapat diminimalkan.
Registrasi SIM berbasis biometrik dirancang sebagai langkah memperkuat validitas identitas pelanggan dan mencegah penyalahgunaan nomor seluler untuk tindak kejahatan seperti penipuan digital, penyebaran informasi palsu, hingga penyalahgunaan identitas.
Namun, implementasi sistem tersebut bergantung pada proses pencocokan data biometrik dengan basis data kependudukan nasional yang dikelola Dukcapil. Karena setiap proses verifikasi dikenakan biaya, operator berharap pemerintah dapat menetapkan tarif yang lebih efisien agar program nasional tersebut berjalan tanpa membebani industri.
Hingga kini, belum ada keputusan final mengenai besaran tarif verifikasi biometrik. Negosiasi antara ATSI dan Kemendagri masih berlangsung, sementara pemerintah juga belum mengumumkan jadwal resmi penerapan registrasi SIM berbasis biometrik secara nasional.
Pengamat menilai keberhasilan kebijakan ini tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada keseimbangan antara aspek keamanan, perlindungan data pribadi, dan efisiensi biaya. Keputusan pemerintah mengenai tarif verifikasi akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kelancaran implementasi sistem registrasi baru tersebut.
Afkan.
